Aanisa Rohmi


"aku rindu masa lalu, dengan kata lain: aku rindu kamu"





Aku lelah berpura-pura dalam kesakitanku. Aku lelah dalam kepalsuan. Aku ingin menangis tapi nyatanya aku hanya bisa menyembunyikan air mataku.

Disaat aku mulai menyayangimu kau buang aku.. mengacuhkan aku, mematahkan semua rasa yang tumbuh dihati, aku sakit, aku terluka, terlebih lagi karna sikapmu yang tidak memperdulikanku lagi, seolah kau menganggap ku tak ada.

kini aku terjebak akan cintamu, yang tak mungkin ku gapai, kehilangan kasihmu yang tak'an pernah kurasakan lagi, semuanya telah hilang seiring dengan berkurangnya usiaku.

disaat aku tidak memiliki rasa untukmu, kau selalu hadir menaburkan benih-benih cinta untukku, dengan sadar kau telah membuat ku jatuh cinta kepadamu, sakitnya hati yang telah kau khianati, sakitnya perasaan yang kini kau tinggalkan, membuatku jatuh ke dalam keterpurukan yg tak berarti.
sadarkah kau akan perbuatamu?? menurutmu inikah yang terbaik untukku?? mencampakkan aku disaat aku sangat menyayangimu.. meninggalkan aku bersama kebahagiaan SEMU itu..
inikah yang kau mau?? melihat hatiku hancur bersama cintaku.. melihat ku terpuruk karna perbuatanmu.. bahagiakah kau atas perbuatanmu??
Terima kasih atas semua kepalsuan ini, terima kasih atas semua kebohongan yang begitu manis ku rasakan, permainan ini sudah berakhir, aku bukanlah permainan mu yang bisa kau mainkan kapan saja

Aku masih punya perasaan. Perasaan itu akan sakit bila dimainkan seperti ini.. kebohongan ini membuatku muak, sampai aku tak ingin mencinta lagi, sudah cukup hati ini terluka karnamu, dan aku tidak ingin terluka lagi..



Don't cry, just say fuck and smile


Seorang anak laki-laki bertanya kepada ibunya "Mengapa engkau menangis?""Karena aku seorang wanita," dia berkata kepada anaknya."Aku tidak mengerti," jawab anak laki-laki tersebut. Sang ibu memeluk anaknya dan berkata "Dan kau tidak akan pernah mengerti"Kemudian anak laki-laki tersebut bertanya kepada ayahnya "Mengapa ibu menangis tanpa ada alasan?""Semua wanita menangis tanpa ada alasan," hanya itu yang bisa dikatakan ayahnya.Anak laki-laki itu tumbuh dan menjadi seorang laki-laki dewasa, dan tetap merasa heran mengapa wanita menangis.

Akhirnya dia menelepon Tuhan, dan ketika sudah terhubung, dia bertanya, "Tuhan, mengapa wanita begitu mudah menangis?"Tuhan berkata "Aku menciptakan wanita istimewa. Aku menciptakan baginya bahu yang kuat untuk memikul beban dunia, tapi begitu lembut sehingga dapat memberikan kenyamanan.""Aku memberinya kekuatan untuk melahirkan dan menahan penolakan yang kerap muncul dari anak-anaknya""Aku memberinya keteguhan yang membuatnya dapat tetap bertahan di saat semua orang sudah menyerah, dan tetap memperhatikan keluarganya tanpa mengeluh saat sedang lelah maupun sakit.""Aku memberinya kepekaan untuk mencintai anak-anaknya dalam keadaan apapun, meskipun mereka menyakitinya.""Aku memberinya kekuatan untuk bisa memaklumi kesalahan-kesalahan suaminya, menciptakannya dari tulang rusuk suaminya untuk melindungi hatinya""Aku memberinya kearifan untuk mengetahui bahwa seorang suami yang baik tidak akan pernah menyakiti istrinya, tetapi kadang-kadang menguji kekuatan dan ketetapan hatinya untuk tetap teguh mendampingi suaminya""Dan akhirnya, Aku memberinya air mata untuk dicurahkan. Ini khusus miliknya untuk digunakan kapanpun diperlukan.""Kau lihat: Kecantikan seorang wanita tidak terletak pada pakaian yang dikenakannya, penampilan fisiknya, atau cara dia menyisir rambutnya.""Kecantikan seorang wanita dapat dilihat melalui matanya, karena mata adalah pintu menuju hatinya, tempat dimana cinta bersemayam."





dan ternyata cinta yang menguatkan aku
dan ternyata cinta 
kau yang sungguh selalu setia menemani kesepianku
menjaga lelap tidurku, membasuhku setulusnya

dan ternyata cinta yang menguatkan aku
dan ternyata cinta tulus mendekap jiwaku
dan ternyata cinta yang menguatkan aku
dan ternyata cinta


Newer Posts Older Posts Home



About Me

My photo
Aanisa Rohmi
View my complete profile

Archive

  • ▼  2018 (2)
    • ▼  June (2)
      • Yang Terbaik
      • When I Was Child (Photo)
  • ►  2017 (13)
    • ►  August (1)
    • ►  June (1)
    • ►  May (1)
    • ►  April (4)
    • ►  March (2)
    • ►  February (2)
    • ►  January (2)
  • ►  2016 (21)
    • ►  December (2)
    • ►  November (5)
    • ►  October (1)
    • ►  September (2)
    • ►  August (5)
    • ►  July (2)
    • ►  April (1)
    • ►  March (2)
    • ►  January (1)
  • ►  2015 (3)
    • ►  August (1)
    • ►  July (2)
  • ►  2014 (13)
    • ►  December (1)
    • ►  September (2)
    • ►  August (1)
    • ►  April (2)
    • ►  March (1)
    • ►  January (6)
  • ►  2013 (9)
    • ►  November (2)
    • ►  July (2)
    • ►  May (1)
    • ►  March (4)
  • ►  2012 (12)
    • ►  July (4)
    • ►  April (5)
    • ►  January (3)
  • ►  2011 (55)
    • ►  December (3)
    • ►  November (3)
    • ►  October (3)
    • ►  August (8)
    • ►  July (6)
    • ►  June (6)
    • ►  May (5)
    • ►  April (5)
    • ►  March (3)
    • ►  February (5)
    • ►  January (8)
  • ►  2010 (27)
    • ►  December (5)
    • ►  November (7)
    • ►  October (4)
    • ►  September (5)
    • ►  August (4)
    • ►  July (1)
    • ►  March (1)
Powered by Blogger.

Copyright © 2009-2020 Aanisa Rohmi. Created By OddThemes