Aanisa Rohmi

Hujan..
sampaikan rindu ini untuknya..
hati ini telah luluh dengan derasmu..
hujan.. bawa kesedihan ini hanyut bersamamu..
Rindu ini telah terlarang..
Cinta ini terpaksa harus terpenggal..

Bermusim di balikmu seakan hanya sebuah kekosongan,..
taukah engkau Hujan.. sekarang aku tau kebenaran..
aku mengerti sikap yang mungkin tak sampai terungkapkan..
masalah ini Dari Tuhan, penciptamu hujan..
apakah aku masih pantas untuk mempertanyakan..


Andai-Andai itu masih saja menggaung di telingaku..
Ingin menangis aku tak mampu..
tertawapun tak mungkin bagiku..
Cinta itu.. hanyutlah bersamamu..
Bersama Hujan di tengah rindu..
Untukmu yang ingin kulupakan..
Hujan ini akan menjadi bagian dari kesempurnaan..

di bawah hujan..
akan kubuang segala kerinduan..
yang kini haram untuk kukatakan..
Enggak.. ini bukan masalah persoalan hati nurani atau yang lainnya, ini hanya pertanyaan bodoh yang suka mampir di otak dunguku, ini hanyalah ungkapan yang begitu berat sehingga membuatku hilang kendali untuk hanya dapat mencernanya.

kenapa mudah banget bagi seseorang mengambil hal yang bukan miliknya, jelas-jelas bukan menjadi miliknya, seperti mendapat kebahagiaan sendiri dalam otak yang kerdil dan sedikit gila, ini hanya sebuah pengecualian mungkin juga sebuah kebiasaan.


kehidupan akan membalasnya, tunggu saja kapan waktu itu akan tiba!
Orang itu, orang yang membuatku bisa gila dalam sesaat. Orang yang selalu ada di depanku setiap detik ku menjalani hidupku. 

Bagai hal yang menakjubkan ketika Orang itu didepanku. saat aku tersenyum, mungkin saat itu aku menangis. Saat aku sakit, aku akan mencoba untuk tersenyum.

Orang itu, mungkinkah aku mencintainya? Jika iya, akankah hatinya menjadi matahariku.

Orang itu, mungkinkah dia juga mencintaiku? jika iya, mengapa dia mencintaiku?.

Sangat sulit membuyarkan hati yang gila ini. Sangat berat untuk bisa mengeringkan hati yang kacau ini. Bagai tak ada tempat untuk beristirahat.

Orang itu,
Bohong jika aku tak mencintainya..

Orang itu,
Aku Cinta dia..
Aku tahu sejak awal bahwa cinta kita langka. Cinta yang jatuh sempurna pada titik yang tak diduga. Cinta yang tercipta dari setiap karakter tulisan yang terbaca. Cinta yang menjelma menjadi nyata dan menggerogoti aku dan kamu, kita. 

Apakah ini bisa disebut cinta? Saat hanya namamu selalu kueja dalam hatiku, walaupun sekalipun aku belum pernah memandang matamu. Apakah ini bisa disebut cinta? Saat aku merindukanmu, walaupun jemari kita belum saling menggenggam hingga detik ini. Apakah ini bisa disebut cinta? Saat frekuensi suara tangismu mengalir melalui mahluk tak berdenyut arteri bernama handphone itu. 

Seberapa pentingkah perjumpaan nyata buatmu? Kita beradu pandang seakan tak ada sekat jarak dan waktu. Aku hanya bisa menerka-nerka, seberapa dalam perasaanmu padaku. Aku hanya bisa mengira-ngira, seberapa dalamkah virus yang kita sebut cinta itu menggerogoti hati dan pikiranmu. Yang aku tahu, cerita kita ada, walaupun begitu langka. 

Mereka mengatakan bahwa perjumpaan nyata itu penting dan harus. Ya, karena tidak mungkin kita hanya bertahan pada suara lembut yang menggugat sepi dan huruf-huruf yang terangkai manis itu. Mereka bilang dunia maya itu abstrak, semua yang berada didalamnya selalu dipertanyakan kenyataannya. Tapi, bukankah cinta itu bisa datang darimana saja, bahkan dari jejaring sosial yang terlihat sepele dan mengenaskan itu. 

Kita memang tak bisa memungkiri keadaan. Ada sekat jarak ratusan kilometer yang membatasi aku dan kamu. Ada gemerisik rindu yang berteriak keras jelas dalam hatiku untuk segera menemuimu, merasakan sinar matamu, dan hangat jemarimu saat menggenggam celah-celah jemariku. 

Walaupun kamu jauh, aku tetap bisa menyentuhmu melalui doa. 
Walaupun kamu jauh, aku tetap bisa merasakan rindu yang begitu hebat mengobrak-abrik isi otakku sehingga bayanganmu semakin melebar dan membesar. Walaupun kamu jauh, kita tetap dapat melihat bulan yang sama, sayangnya aku dan kamu menatapnya dari tempat yang berbeda. 

Persiapkan dirimu saat perjumpaan nyata nanti. Akan aku ceritakan padamu bahwa cinta tak selalu melalui pandangan mata, cinta tak selalu ada karena perkenalan lama, cinta tak selalu tercipta karena perawakan nyata, cinta bisa berada dimanasaja. Bahkan di dunia maya, tempat yang kadang tidak diperlukan logika untuk melogiskannya.



Aku ingin menceritakan kepadamu tentang sebuah kisah. Kisah yang menceritakan kepadamu kenyataan, bukan fiksi dan kebohongan. Karena kisah yang aku ceritakan adalah kisah tentang kita, tentang aku dan kamu.

Kisah ini adalah kisah yang aku ceritakan kepadamu, namun sebenarnya engkaulah yang akan menceritakannya. Karena ini adalah kisah tentang aku didalam dirimu.

Mungkin aku adalah manusia yang tak berarti didalam kehidupanmu, yah aku tahu. Dan aku ingin engkau tahu, walaupun aku sangat berharap untuk bisa membuat diriku menjadi berarti untukmu, tapi aku tak ingin menjadi manusia yang berarti bagimu.

Aku ingin, dirimu sendirilah yang membuat diriku menjadi berarti bagimu, bukan karena aku yang seolah memaksamu untuk membuat diriku berarti untukmu. Aku tak akan merasa tak nyaman walaupun engkau tak menganggapku berarti, namun aku akan merasa tak nyaman ketika engkau memaksa agar diriku berarti untukmu. Aku akan menerima apapun perasaanmu kepadaku, apapun itu yang berasal dari hati nuranimu.
Karena aku tahu, segala perbuatan ketika aku hidup adalah kejujuran yang tak akan mampu dibohongi oleh hati dan perasaan tentangmu kepadaku. Segala perbuatan diriku sendiri  akan tetap baik apabila baik, dan akan tetap buruk apabila buruk. Semua itu, kehidupanku sendiri adalah kenyataan yang aku buat sendiri.  Dan membuat dirimu membuatnya sendiri tentang diriku.

Semua kisah yang ingin aku ceritakan kepadamu adalah kisah yang akan engkau ceritakan pada dirimu ketika aku telah mati. Indah dan buruknya kisah itu adalah sesuai dengan perbuatanku, peran yang engkau berikan kepadaku didalam kisah itu adalah tergantung perbuatanku, perbuatanku selama aku hidup kepadamu.

Dengan sendirinya. Dengan sendirinya kisah itu akan engkau dapati, dengan sendirinya akan engkau bacakan, dengan sendirinya akan engkau nikmati, akan engkau benci, akan engkau tepuki, akan engkau ludahi, dan entahlah betapa banyak kemungkinan yang akan terjadi. Semua itu karena engkau yang membuat kisah itu dengan sendirinya sesuai perbuatanku, dengan sendirinya…

Sungguh, mungkin saat aku mati, kisah ini akan menceritakan irama skenario itu dengan sendirinya. Dan aku berharap penuh, semoga kehidupan yang aku tulis menjadi kisah indah yang kita tulis meskipun tanpa tinta. Karena warnanya akan engkau curahkan sendiri dari air matamu, ataupun terdendangkan dengan sendirinya sesuai irama nafasmu ketika mengingat diriku.


Di sana pernah ada suatu kisah..

Disana pernah ada ukiran nama...

Disana pernah ada sebuah rasa...

Disana pernah ada segaris jalinan..

Disana pernah ada tetesan air mata..

Disana pernah ada lengkungan senyuman..

Disana pernah ada rentetan masalah...

Yah disana...

Ditempat itu...

DI HATI KECILKU !!
Newer Posts Older Posts Home



About Me

My photo
Aanisa Rohmi
View my complete profile

Archive

  • ▼  2018 (2)
    • ▼  June (2)
      • Yang Terbaik
      • When I Was Child (Photo)
  • ►  2017 (13)
    • ►  August (1)
    • ►  June (1)
    • ►  May (1)
    • ►  April (4)
    • ►  March (2)
    • ►  February (2)
    • ►  January (2)
  • ►  2016 (21)
    • ►  December (2)
    • ►  November (5)
    • ►  October (1)
    • ►  September (2)
    • ►  August (5)
    • ►  July (2)
    • ►  April (1)
    • ►  March (2)
    • ►  January (1)
  • ►  2015 (3)
    • ►  August (1)
    • ►  July (2)
  • ►  2014 (13)
    • ►  December (1)
    • ►  September (2)
    • ►  August (1)
    • ►  April (2)
    • ►  March (1)
    • ►  January (6)
  • ►  2013 (9)
    • ►  November (2)
    • ►  July (2)
    • ►  May (1)
    • ►  March (4)
  • ►  2012 (12)
    • ►  July (4)
    • ►  April (5)
    • ►  January (3)
  • ►  2011 (55)
    • ►  December (3)
    • ►  November (3)
    • ►  October (3)
    • ►  August (8)
    • ►  July (6)
    • ►  June (6)
    • ►  May (5)
    • ►  April (5)
    • ►  March (3)
    • ►  February (5)
    • ►  January (8)
  • ►  2010 (27)
    • ►  December (5)
    • ►  November (7)
    • ►  October (4)
    • ►  September (5)
    • ►  August (4)
    • ►  July (1)
    • ►  March (1)
Powered by Blogger.

Copyright © 2009-2020 Aanisa Rohmi. Created By OddThemes