Aanisa Rohmi

Pukulan berat bagi kita jika seandainya kita ditinggalkan oleh seseorang yang sangat berarti bagi kita, terlepas didalamnya apakah dia seorang teman, sahabat, orang tua, keluarga, saudara dan atau yang lainnya, pacar barangkali. Manusia diturunkan ke bumi oleh Sang Khalik memang seorang diri, tiada teman atau kawan yang mendampinginya. Tetapi apa yang terjadi ketika ia mulai menjalani hidup, sedikit demi sedikit alur hidupnya berubah menjadi sosok yang memiliki ketergantungan pada orang lain, dan itu yang menjadi titik pandangan saya saat ini.

Kemarin malam saya dan beberapa orang teman dekat saling menuturkan sifat positif dan negatif kami dalam pandangan satu sama lain. Satu hal yang menjadi daya tarik bagi saya adalah sifat ketergantungan terhadap orang lain, dengan kata lain tidak bisa hidup tanpa orang lain. Memang itu saya alami sendiri hingga kini, saya sering merasa sepi jika memang saya sendiri.


Kehilangan itu semuanya saya anggap sebagai sebuah pelajaran bahwa ada masanya dimana kita akan sangat membutuhkan seseorang untuk selalu ada disamping kita. Konklusinya saya pasti butuh orang lain untuk mendampingi, masalah kedekatan dan sejauh mana ia berada disekitar kita barulah itu merupakan suatu hal yang relatif. Sejauh mana seseorang bisa dekat dan masuk dalam kehidupan kita maka sejauh itu pula dia akan mempengaruhi hidup kita. Walau tidak jarang kadang mereka menjadi lebih dominan ketimban kita yang menjalani hidup kita sendiri, tapi tanpa mereka kita bukanlah apa-apa.

Wahai orang-orang tercinta yang ada dalam diriku dan hidupku, tetaplah bersemi seperti bunga yang mulai tumbuh di ujung musim semi ini,.... Karena aku akan selalu merindukan kalian.

Seraya menghela nafas, kuakhiri tulisan ini, sigh ....
Aku fikir.. aku mengerti jika kamu mengikutiku, kamu selalu ada di belakangku, melihatku tersenyum, melihatku bercanda dengan mereka, dan selalu melihatku dalam kesendirian yang mungkin juga engkau rasakan.

Apakah aku pantas untuk tak disapa, apakah aku pantas untuk tak pernah mendengar kata katamu lagi, ataukah berbicara denganku adalah sebuah sakit, atau mungkin yang menyakiti dirimu bahkan aku sendiri?

Aku tak bermaksud memilin hatimu dengan benang keraguan itu, aku gak pernah ingin kamu masuk dalam masalah yang sesungguhnya aku ciptakan hanya dalam sebuah angan yang melayang.


Kita berbeda.. bisikku lagi dalam halau, kita tak sama dan kita akan tetap berjauh-jauhan layaknya jarak yang kau ciptakan sendiri untukku.

Aku terlalu mendramatisir keadaan ini, mungkin aku pernah memintamu terjatuh untukku, tapi yakinilah.. aku tak pernah mengharapkanmu ada untukku, dengan sedikit rasa sakit yang mungkin tak pernah kurasakan, aku akan meninggalkan semuanya, meninggalkan kegelapan yang tak pernah ada sedikitpun cahaya.

Buat apa..?

Kamu tak pernah melihatku saat menangis, kamu tak pernah melihatku disaat senyum itu ada dan mengemban aku dalam kebahagiaan.. berhentilah berpura-pura baik di hadapanku.

Ada seseorang yang selalu membuatku menangis, memberiku pancing, menyuruhku berusaha sendiri, tentu aja dengan segala bentuk dukungan dan semangatnya, kamu tak bisa melakukan itu padakau, kamu tak pernah bisa membuatku begitu nyaman dan tertantang oleh segala kerisauan hati yang sukar tuk kuhentikan, Ini adalah pilihan!

Aku tak bisa bohongi semua perasaan, rasa, dan semuanya yang menentang dalam kehidupanku, aku tak bisa membohongi ini semua, bahwa aku memang berbeda dan silahkan kamu memilih sendiri apa yang kamu mau. jika terluka, maafkanlah!

Apakah kamu Merasa ?

*tulisan tanpa tujuan, tulisan tanpa ada bayangan, tulisan tanpa tuan, tulisan kaleng donk ;)). begitulah :-P. masih tetap sama.. selalu sulit untuk mengungkapkan rasa yang mungkin telah terpendam terlampau dalam dibilik hati yang paling tersembunyi..


Kadang aku bertanya
Apakah bahagia akan datang ?


Kadang aku menolak
dengan semua takdir yang digariskan untukku


Tapi ada satu keyakinan
yang membuat aku  tegar dalam melangkah


Bahwa…
Tuhan akan memberiku
Pelangi di setiap badai
Senyum di setiap airmata
Berkat disetiap cobaan
Lagu indah disetiap helaian nafas
dan jawaban disetiap doa.

Kupersembahkan Kepada Muslimah yang menginginkan kebaikan Terhadap dirinya.




1.Kenapa perempuan itu cantik kalau pakai jilbab???sebab...DIA AKAN TUTUP AURAT

2. Kenapa perempuan itu cantik kalau pakai jilbab???sebab... DIA AKAN JAGA MARUAH PADA DIRI DIA

3. Kenapa perempuan itu cantik kalau pakai jilbab???sebab... DIA CANTIK

4. Kenapa perempuan itu cantik kalau pakai jilbab???sebab... DIA TAK AKAN TUNJUKAN KECANTIKAN PADA ORANG LAIN

5. Kenapa perempuan itu cantik kalau pakai jilbab???sebab... DIA ANAK SOLEHAH

6. Kenapa perempuan itu cantik kalau pakai jilbab???sebab... DIA PATUH PERINTAH ORANG TUA DAN SAUDARI-SAUDARANYA

7. Kenapa perempuan itu cantik kalau pakai jilbab???sebab... DIA MENGHORMATI ORANG LAIN

8. Kenapa perempuan itu cantik kalau pakai jilbab???sebab... DIA TAKUT APABILA DIA TAK PAKAI JILBAB ORANG AKAN LIAT DIA CANTIK.DAN ADA NIAT YANG TAK BAIK TERHADAP DIRI DIA

9. Kenapa perempuan itu cantik kalau pakai jilbab???sebab... DIA INGIN JAUH DARI FITNAH

10. Kenapa perempuan itu cantik kalau pakai jilbab???sebab... DIA TAK AKAN MENYUSAHKAN ORANG LAIN

11. Kenapa perempuan itu cantik kalau pakai jilbab???sebab... DIA AKAN DAPAT PAHALA

12. Kenapa perempuan itu cantik kalau pakai jilbab???sebab... DIA DAPAT MENGHINDARI MAKSIAT

13. Kenapa perempuan itu cantik kalau pakai jilbab???sebab... SUPAYA DIA DAPAT MENJADI CONTOH PADA PEREMPUAN LAIN

14. Kenapa perempuan itu cantik kalau pakai jilbab???sebab... SUPAYA LELAKI YANG BERIMAN SAJA YANG SUKA DIA

15. Kenapa perempuan itu cantik kalau pakai jilbab???sebab... DIA DENGAR SERUAN RASULULLAH

16. Kenapa perempuan itu cantik kalau pakai jilbab???sebab... DAPAT MENGURANGKAN NAFSU LELAKI

17. Kenapa perempuan itu cantik kalau pakai jilbab???sebab... RAMBUT PEREMPUAN ADALAH MAHKOTABAGINYA.., JADI JANGAN SEWENANGNYA MENUNJUK KEPADA LELAKI..KERANA JIKA DITUNJUKKANNYA DIA AKAN TAK BERNILAI (low class)...(no offence hah..) KERANA MAHKOTA ANDA TELAH DILIHAT OLEH SEMUA LELAKI (kecuali keluarga)

18. Kenapa perempuan itu cantik kalau pakai jilbab???sebab... DIA TAK AKAN RAMBUTNYA DITARIK, DIGANTUNG DENGAN BARA-BARA API DAN DIBAKAR DENGAN DASYAT DEKAT AKHIRAT KELAK


Semalam aku bermimpi. aku telah tiada, aku yang meninggalkan dirimu, dan aku telah meninggalkan dunia untuk slamanya. saat itu kau hadir sendiri melihat kepergianku. kau melihatku sambil meneteskan air matamu karna kepergianku. entah mengapa kau meneteskan air mata itu? apa karna kamu sungguh mencintaiku hingga kau tak sanggup melihatku pergi.........

Bertahun-tahun telah berlalu, telah lama aku meninggalkanmu. suatu hari kau datang dengan seorang wanita yang sangat cantik. aku di situ bertanya. "siapakah dia?" lalu kau mengajak dy menghampiri tempat beristirahat ku, kau mengenalkan dy pada ku, sejenak kau suruh dy untuk pergi. saat itu kau berkata ke pada ku "dy adalah wanitaku. wanita yang aku sayang saat ini. dan aku harap dy adalah seorang pengganti yang dapat menggantikan mu di sisiku saat ini. seandainya kau tau betapa rindunya diriku saat ini padamu, dan berharap saat ini kau ada di sisiku".

dan di saat itulah aku menangis melihatmu. betapa bahagiannya diriku melihatmu bersanding dengan seseorang yang kamu sayang dan kamu cinta. saat itu kebahagiaan ku, tak terpendam. aku sangat lega akhirnya kau dapat wanita yang sesuai denganmu.

aku sangat berterima kasih pada Tuhan yang telah memberikan wanita itu untuk menggantikan aku.
"TERIMA KASIH TUHAN"

lalu sebelum kau pergi. kau meninngalkan sebuah mawar merah yang cantik padaku. dan saat kau beranjak pergi. aku mendoakan mu agar kau bisa bersama dia hingga akhir hidupmu. dan aku berharap dan berdoa agar aku dapat bertemu kembali dengan mu di SURGA.

(dan sebenarnya wanita itu adalah sahabatnya)



itu kiriman cerpen dari adek kelas :) ARIDA NAFISAH . makasih dek dah sharing, good luck buat karya dan sekolahnya .


"Mas, apa kamu benar benar sayang sama aku?" 
"Mengapa kau bertanya seperti itu?tentu saja aku sayang sama kamu" 
"Tapi aku ragu,"
"Apa yang kamu ragukan dek?" 

Aku terdiam, tangan lembutnya menggenggam tanganku. Tatapan matanya yang tajam membuatku tak bisa menahan air mata, aku kangen tatapan itu, tatapan saat pertama kali kau menyatakan cinta padaku. 

"Adek, gak percaya sama mas?" 
"Bukan itu, tapi..." 
"Tapi apa?" 
"Tapi mas selalu cuek sama aku, mas gak pernah memikirkan aku, mas ga peduli dengan aku, gak peduli dengan semua yang aku lakukan, bahkan mas gak pernah cemburu saat aku mengatakan akan pergi dengan cowok lain, apa itu yang namanya sayang? mas sudah berubah, gak seperti dulu lagi !!" 

Emosi ku sudah tak bisa terkontrol lagi, air mata semakin deras menetes dipipiku, dia hanya terdiam. mungkin sedikit kaget mendengar omonganku yang agak berteriak. 

"Kenapa kau hanya diam mas? apa kamu sudah gak sayang lagi sama aku?" 
"Adek tenang dulu yah" 
Dia tak menjawab apapun, ditariknya badanku dan dibiarkannya bersandar dibahunya yang lapang, aku merasakan detak jantung yang tak beraturan. Aku bosan, dan aku benar benar jenuh. 

Hubungan ku dengan kekasihku terasa sangat datar dan biasa biasa saja. 
awalnya aku sangat bahagia, karena dia seorang pria yang sangat sempurna bagiku. dia dewasa, perhatian, pengertian, setia dan slalu membuatku tersenyum. tak pernah sedikitpun dia marah padaku. bahkan dia tak pernah sedikitpun melarang aku bergaul dengan siapa saja. aku senang, karena dia tidak membatasi aku dalam berteman. 

tapi 5 bulan berlalu semua masih seperti itu, bahkan aku merasa sikapnya menjadi semakin acuh dan seperti tak peduli lagi dengan apa yang aku lakukan. aku mulai ragu akan sikapnya, terlebih dia tak pernah merasa cemburu saat aku bilang akan pergi dengan cowok lain. apa itu yang namanya sayang ? malam itu aku tak bisa tidur, Dalam hatiku masih tak tenang, mengapa kau hanya diam mas, mengapa tak kau jawab? apa benar kau sudah tak sayang lagi sama aku ? 

pagi itu aku terbangun karna sinar mentari menelusup masuk kamar ku melalui ventilasi diatas jendela. mataku masih sembab, tadi malam aku menangis hingga tertidur. kembali teringat peristiwa semalam, tapi aku tak bisa menangis lagi. mungkin karena air mataku sudah habis kukuras semalam. 

drrt.. drrt...  
1 pesan singkat kuterima pagi itu, aku masih terbaring diatas tempat tidur, kuraih handphone diatas meja dekat tempat tidurku dari "sayang,,," 

" bukannya aku aku sudah tak sayang lagi sama kamu, sampai detik ini pun aku masih sangat menyayangimu. mungkin aku gak memikirkanmu, itu menurutmu. tapi kau tau, disini aku selalu memikirkan keadaanmu, setiap saat. sebelum tidur, bangun tidur aku selalu inget kamu, tak pernah aku melupakanmu sedetikpun . mungkin aku terlalu cuek dan gak peduli denganmu, itu menurutmu, tapi kau tau aku selalu mencari tau apa yang kau lakukan diluar sana, dengan siapa dan kemana kau pergi hari ini. itu karena aku sangat mengkhawatirkan kamu. mungkin aku gak pernah cemburu, saat kau mempunyai teman pria. itu menurutmu. tapi kau tau, aku sangat cemburu dan sakit saat kau mengatakan kau akan pergi dengan pria lain, ingin rasanya aku marah, tapi percuma karena aku tak tau apa yang kamu lakukan disana. disini aku cuma bisa berdoa, semoga kamu setia dan gak macam macam disana. aku tak mau menjadi protektiv padamu, karena aku tak ingin kau menjauhiku. aku tau kamu pasti paham mana batas batasnya. modalku cuma yakin dan percaya sama kamu, sayangku..." 

tak terasa air mata menetes dipipiku, lagi. ku mengumpulkan cukup kekuatan untuk membaca kelanjutan smsnya . 
" Sejak awal aku serius menjalani hubungan ini, aku tau aku jauh dari sempurna, tapi aku pengen memberikan yang terbaik untukmu, ingin melihat mu selalu tersenyum. berusaha membuatmu senang didekatku, melindungi mu dengan segenap tenaga yang aku punya saat ini. kamu sangat berarti untuku. kamu adalah harapan ku. Sampai kapanpun aku tak akan pernah berubah, akan selalu sayang kamu. tak akan pernah berubah untuk jaga komitmen hidup bahagia dengan kamu kelak. Sayang, kamu memang kecil, tapi punya makna yang besar bagiku. sekarang masih kah kau mengijinkanku menjadi pendamping hidupmu dan menemanimu?" tanganku bergetar, air mataku tak bisa berhenti menetes, dengan segera ku balas pesan singktnya. "sayang, maafkan aku, aku tak pernah memikirkan semua ini. aku ingin kau terus menjadi pendampingku, Aku sayang kamu"


Newer Posts Older Posts Home



About Me

My photo
Aanisa Rohmi
View my complete profile

Archive

  • ▼  2018 (2)
    • ▼  June (2)
      • Yang Terbaik
      • When I Was Child (Photo)
  • ►  2017 (13)
    • ►  August (1)
    • ►  June (1)
    • ►  May (1)
    • ►  April (4)
    • ►  March (2)
    • ►  February (2)
    • ►  January (2)
  • ►  2016 (21)
    • ►  December (2)
    • ►  November (5)
    • ►  October (1)
    • ►  September (2)
    • ►  August (5)
    • ►  July (2)
    • ►  April (1)
    • ►  March (2)
    • ►  January (1)
  • ►  2015 (3)
    • ►  August (1)
    • ►  July (2)
  • ►  2014 (13)
    • ►  December (1)
    • ►  September (2)
    • ►  August (1)
    • ►  April (2)
    • ►  March (1)
    • ►  January (6)
  • ►  2013 (9)
    • ►  November (2)
    • ►  July (2)
    • ►  May (1)
    • ►  March (4)
  • ►  2012 (12)
    • ►  July (4)
    • ►  April (5)
    • ►  January (3)
  • ►  2011 (55)
    • ►  December (3)
    • ►  November (3)
    • ►  October (3)
    • ►  August (8)
    • ►  July (6)
    • ►  June (6)
    • ►  May (5)
    • ►  April (5)
    • ►  March (3)
    • ►  February (5)
    • ►  January (8)
  • ►  2010 (27)
    • ►  December (5)
    • ►  November (7)
    • ►  October (4)
    • ►  September (5)
    • ►  August (4)
    • ►  July (1)
    • ►  March (1)
Powered by Blogger.

Copyright © 2009-2020 Aanisa Rohmi. Created By OddThemes